Temukan Puluhan Korek Api Hingga Sajam Rakitan, Razia Lapas Di Kaltim Dipastikan Bebas Narkoba
Petugas gabungan menggelar razia besar-besaran di lembaga pemasyarakatan (lapas) wilayah Kalimantan Timur. Dalam penertiban tersebut, petugas menyita sejumlah korek api dalam jumlah tak wajar serta benda tajam rakitan dari kamar warga binaan.
Meski begitu, temuan korek api tersebut dipastikan tidak berkaitan dengan indikasi penyalahgunaan narkoba.
"Kalau ini kebetulan memang karena berlebihan. Satu kamar sampai tiga korek, tentunya enggak boleh. Kalau untuk digunakan sabu, indikasi itu insyaallah sudah enggak ada," ujar Kepala Lapas, Yon, saat dikonfirmasi.
Mengenai benda tajam rakitan yang ditemukan, Yon menyebut barang-barang tersebut umumnya dipakai warga binaan untuk aktivitas harian, seperti memotong kuku atau mengupas buah. Namun, petugas tetap menyita barang tersebut demi mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
"Masalah-masalah klasik yang sering ada di lapas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban adalah adanya handphone, narkoba, dan yang lain-lainnya," kata Yon.
Hasil Tes Urine Negatif
Sebelum penggeledahan blok dan kamar hunian dimulai, petugas menggelar tes urine secara acak terhadap 50 warga binaan serta jajaran petugas lapas. Pemeriksaan ini disaksikan langsung oleh pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim.
"Kegiatan penggeledahan pada malam hari ini tadi diawali dengan pelaksanaan tes urine kepada 50 warga binaan secara acak yang disaksikan oleh teman-teman dari BNNP. Alhamdulillah hasilnya semuanya negatif," jelas Yon.
Razia ini melibatkan personel gabungan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), BNNP Kaltim, Kepolisian, TNI, hingga Brimob.
Anjing K9 Diterjunkan
Untuk memaksimalkan penyisiran, BNNP Kaltim juga menerjunkan anjing pelacak K9 guna memeriksa area yang berpotensi menjadi tempat penyembunyian barang terlarang.
Kepala Seksi Intelijen sekaligus Penyidik Bidang Pemberantasan BNNP Kaltim, AKP Dwi Bowo Leksono, menyampaikan bahwa pelibatan anjing K9 bertujuan memastikan tidak ada celah bagi warga binaan untuk menyembunyikan narkoba.
"Anjing K9 kami ini sudah masuk ke dalam kamar-kamar. Tadi kan ada pertanyaan disembunyikan di mana, nah itu juga supaya tidak ada yang disembunyikan," ujar Bowo.
Bowo mengapresiasi kondisi lapas yang dinilainya kian kondusif. Dari hasil pengawasan dan tes urine di lokasi, pihak BNNP menilai tata kelola keamanan di dalam lapas telah mengalami peningkatan positif.
"Petugas kami yang biasa memang melaksanakan tes urine juga menyaksikan bahwa memang benar-benar di sini sudah makin baik dan makin tertib," pungkas Bowo.
(Muhammad Yusuf)
