Berita Update

(Terbaru)
Peninjauan proyek RSUD Gerbang Sehat Mahulu

Mahulu - Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menyoroti sejumlah persoalan dalam pembangunan dan renovasi RSUD Gerbang Sehat Mahulu. Proyek yang masuk Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) bidang kesehatan itu ditargetkan rampung dan mulai dimanfaatkan masyarakat pada 2027.

Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk, mewakili Bupati Mahulu Angela Idang Belawan, meninjau langsung pekerjaan konstruksi terintegrasi rancang dan bangun atau design and build di RSUD Gerbang Sehat Mahulu, Rabu, 5 Agustus 2026. Peninjauan dilakukan bersama tim Kementerian Kesehatan dan sejumlah perangkat daerah terkait.

Pembangunan rumah sakit tersebut menjadi salah satu proyek strategis pemerintah dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan di Mahakam Ulu. Kabupaten yang berada di wilayah pedalaman Kalimantan Timur itu selama ini menghadapi tantangan geografis dalam penyediaan layanan kesehatan, termasuk akses masyarakat terhadap fasilitas dan tenaga medis.

Dalam peninjauan tersebut, Suhuk mengatakan perkembangan proyek secara umum masih berjalan sesuai tahapan. Namun, pemerintah daerah menemukan sejumlah catatan yang perlu segera diselesaikan oleh pelaksana proyek.

"Hari ini Kabupaten Mahakam Ulu menerima kunjungan tim dari Kementerian Kesehatan. Dari hasil peninjauan bersama, progres pembangunan masih berjalan. Memang ada beberapa catatan yang kami sampaikan kepada pihak pelaksana maupun kontraktor. Harapan kami, seluruh progres yang masih tertinggal dapat segera dikejar sehingga pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu," ujar Suhuk.

Menurut dia, pemerintah daerah telah berdiskusi dengan kontraktor untuk mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang muncul selama pembangunan. Pemkab Mahulu meminta pelaksana mempercepat pekerjaan agar fasilitas kesehatan tersebut dapat segera digunakan masyarakat.

"Kami berharap setelah adanya diskusi ini, kontraktor dapat mempercepat pelaksanaan pekerjaan sehingga tahun depan masyarakat Mahakam Ulu sudah dapat memanfaatkan gedung rumah sakit yang baru," katanya.

Suhuk mengatakan pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan agar pembangunan tidak terhambat. Dukungan tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas instansi untuk menyelesaikan persoalan teknis di lapangan.

Salah satu persoalan yang perlu ditangani berkaitan dengan pemagaran lokasi proyek dan penyelesaian batas patok lahan. Pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar persoalan tersebut tidak menghambat pekerjaan konstruksi.

Mobilisasi alat berat juga menjadi perhatian. Kondisi geografis Mahulu membuat distribusi material dan peralatan konstruksi membutuhkan perencanaan yang lebih cermat dibandingkan proyek pembangunan di daerah dengan akses transportasi yang lebih mudah.

Pemkab Mahulu karena itu akan memperkuat koordinasi, termasuk dengan Dinas Perhubungan, untuk mendukung mobilisasi alat berat dan kebutuhan proyek lainnya.

Selain persoalan akses, pemerintah daerah menyoroti ketersediaan material konstruksi, khususnya pasir dan batu. Suhuk meminta pengadaan serta distribusi material memanfaatkan kondisi musim kemarau.

Pengaturan tersebut penting karena kondisi cuaca dapat memengaruhi mobilisasi material menuju lokasi proyek. Keterlambatan pasokan material berpotensi ikut menghambat pekerjaan konstruksi apabila tidak diantisipasi sejak awal.

Suhuk optimistis proyek dapat diselesaikan sesuai target. Salah satu alasannya, kontraktor pelaksana merupakan pihak yang dipilih langsung oleh Kementerian Kesehatan dan dinilai memiliki pengalaman dalam mengerjakan proyek pembangunan rumah sakit.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap meminta pelaksana mengejar bagian pekerjaan yang masih tertinggal. Pengawasan terhadap progres pembangunan diperlukan agar target penyelesaian tidak bergeser.

Proyek RSUD Gerbang Sehat Mahulu memiliki arti penting bagi pelayanan kesehatan di daerah. Selama ini, keterbatasan fasilitas kesehatan menjadi salah satu persoalan yang harus dihadapi masyarakat Mahulu, terutama untuk penanganan penyakit atau tindakan medis yang membutuhkan fasilitas lebih lengkap.

Pembangunan rumah sakit diharapkan dapat memperluas jenis layanan kesehatan yang tersedia di dalam daerah. Dengan fasilitas yang lebih memadai, masyarakat diharapkan tidak selalu harus mencari pelayanan kesehatan ke kabupaten atau kota lain.

"Pembangunan RSUD Gerbang Sehat Mahulu memiliki arti strategis bagi masyarakat karena akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat untuk berobat ke luar daerah sehingga biaya pengobatan dapat ditekan dan pelayanan BPJS Kesehatan menjadi lebih efektif," ujar Suhuk.

Persoalan rujukan menjadi salah satu alasan pembangunan fasilitas kesehatan yang lebih kuat di Mahulu penting dilakukan. Ketika layanan tertentu belum tersedia di daerah, pasien harus dirujuk ke fasilitas kesehatan di luar Mahulu. Selain menambah waktu perjalanan, kondisi tersebut dapat meningkatkan biaya yang harus ditanggung pasien dan keluarganya.

Bagi peserta BPJS Kesehatan, ketersediaan fasilitas dan layanan yang sesuai di daerah juga dapat memengaruhi efektivitas sistem rujukan. Semakin banyak kebutuhan medis yang dapat ditangani di tingkat lokal, semakin kecil ketergantungan pasien terhadap fasilitas kesehatan di luar daerah untuk layanan yang sebenarnya dapat dikembangkan di Mahulu.

Namun, pembangunan gedung rumah sakit saja tidak otomatis menyelesaikan persoalan layanan kesehatan. Setelah konstruksi rampung, pemerintah juga perlu memastikan kesiapan tenaga kesehatan, peralatan medis, sistem pelayanan, pembiayaan operasional, serta tata kelola rumah sakit.

Karena itu, pembangunan RSUD Gerbang Sehat Mahulu menjadi bagian dari rangkaian pekerjaan yang lebih panjang. Infrastruktur harus berjalan beriringan dengan kesiapan sumber daya manusia dan layanan medis agar investasi pembangunan benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.

Pemkab Mahulu menargetkan gedung rumah sakit baru tersebut dapat selesai dan mulai dioperasikan pada 2027. Pemerintah daerah berharap penyelesaian proyek sesuai jadwal tidak hanya menjaga tahapan pembangunan berikutnya, tetapi juga mempercepat masyarakat memperoleh manfaat fasilitas kesehatan tersebut.

Peninjauan bersama Kementerian Kesehatan menjadi salah satu bentuk pengawasan terhadap perkembangan proyek. Pemerintah daerah menyatakan akan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menyelesaikan kendala yang muncul selama pekerjaan berlangsung.

Dengan kondisi geografis Mahulu yang menantang, kelancaran pembangunan rumah sakit tidak hanya bergantung pada kontraktor. Koordinasi pemerintah daerah, pemerintah pusat, perangkat daerah, serta pelaksana proyek menjadi faktor penting untuk memastikan material, alat, dan tenaga kerja dapat bergerak sesuai kebutuhan.

Pemerintah Kabupaten Mahulu kini menempatkan percepatan pembangunan sebagai salah satu prioritas tanpa mengabaikan kualitas pekerjaan. Target penyelesaian pada 2027 menjadi tenggat penting agar proyek PHTC bidang kesehatan tersebut tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi segera berlanjut menjadi layanan kesehatan yang dapat digunakan masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan proyek RSUD Gerbang Sehat Mahulu akan diukur bukan semata dari berdirinya gedung baru, melainkan dari kemampuan rumah sakit memberikan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, terjangkau, dan memadai bagi masyarakat Mahakam Ulu. (ADV)