Berita Update

(Terbaru)
Angela Idang Belawan, mendampingi lima taruna asal Mahulu

Yogyakarta - Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan mendampingi lima taruna asal daerah tersebut dalam kegiatan Penyerahan Taruna Jalur Kerja Sama Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Tahun Akademik 2026/2027 di Politeknik Agraria STPN, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.

Kelima taruna terdiri atas dua laki-laki dan tiga perempuan. Mereka menjadi bagian dari 345 mahasiswa baru Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027.

Pengiriman lima taruna tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang pertanahan. Kebutuhan tenaga dengan keahlian tersebut dinilai penting bagi daerah yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan dalam pelayanan pertanahan.

Rombongan Pemerintah Kabupaten Mahulu diterima Pelaksana Tugas Direktur Politeknik Agraria STPN Sri Yanti Achmad bersama jajaran pengelola akademik dan kemahasiswaan.

Dalam sambutannya, Angela menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional serta Politeknik Agraria STPN yang telah memberikan kesempatan kepada putra-putri Mahakam Ulu menempuh pendidikan melalui jalur kerja sama.

Kelima taruna tersebut sebelumnya telah melewati proses seleksi dan ujian untuk dapat mengikuti pendidikan di Politeknik Agraria STPN. Bagi pemerintah daerah, kesempatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pendidikan formal, tetapi juga menjadi bagian dari investasi sumber daya manusia yang diharapkan dapat mendukung kebutuhan Mahakam Ulu pada masa mendatang.

Angela mengingatkan kelima taruna agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh. Pendidikan yang mereka jalani juga membawa tanggung jawab untuk menjaga nama baik keluarga dan daerah asal.

"Kesempatan ini jangan hanya dipandang sebagai keberhasilan pribadi, tetapi juga sebagai tanggung jawab untuk membawa nama baik keluarga dan daerah," ujar Bupati.

Menurut Angela, kebutuhan sumber daya manusia yang memahami persoalan pertanahan memiliki arti penting bagi Mahakam Ulu. Salah satu persoalan yang masih dihadapi daerah tersebut adalah belum tersedianya Kantor Pertanahan sendiri.

Saat ini, pelayanan pertanahan masyarakat Mahakam Ulu masih bergantung pada Kantor Pertanahan Kabupaten Kutai Barat. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah perlu menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan kompetensi di bidang pertanahan, terutama untuk mendukung pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Jarak dan kondisi geografis menjadi tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan pelayanan publik di Mahakam Ulu. Kabupaten tersebut berada di wilayah pedalaman Kalimantan Timur dengan akses antarkawasan yang masih menghadapi berbagai kendala. Dalam konteks pelayanan pertanahan, ketersediaan tenaga yang memiliki kompetensi menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung peningkatan kapasitas daerah.

"Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu juga terus berharap agar ke depan kami dapat memiliki Kantor Pertanahan sendiri sehingga pelayanan pertanahan semakin dekat, mudah, dan cepat," ucapnya.

Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Mahulu dan pihak Politeknik Agraria STPN turut membahas kebutuhan tenaga aparatur di bidang pertanahan. Pembahasan itu menjadi bagian dari upaya menyelaraskan kebutuhan daerah dengan pendidikan yang ditempuh para taruna.

Penyiapan tenaga melalui jalur pendidikan diharapkan dapat menjadi salah satu fondasi bagi Mahakam Ulu dalam meningkatkan kapasitas pelayanan pemerintahan. Terutama pada bidang yang berkaitan dengan administrasi pertanahan, pengelolaan data dan informasi pertanahan, serta pelayanan kepada masyarakat.

Namun, kebutuhan tersebut tidak hanya bergantung pada jumlah tenaga yang tersedia. Kompetensi dan integritas menjadi bagian penting karena urusan pertanahan berkaitan langsung dengan kepemilikan, pemanfaatan, serta kepastian administrasi atas tanah masyarakat.

Karena itu, Angela menitipkan kelima taruna kepada pimpinan dan jajaran Politeknik Agraria STPN selama menjalani pendidikan. Ia meminta mereka mendapatkan pembinaan agar tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan integritas dalam menjalankan tugas.

"Kepada Bapak dan Ibu pimpinan Kementerian ATR/BPN, kami titip anak-anak kami. Mohon dibimbing, dididik, dan dibina dengan sebaik-baiknya. Didik dan bentuk mereka menjadi tenaga yang kompeten, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian," pesannya.

Angela juga mengingatkan kelima taruna untuk menjaga disiplin dan kesungguhan selama mengikuti pendidikan. Mereka diharapkan dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan membawa pengetahuan yang diperoleh untuk mendukung pembangunan daerah.

Pendidikan tersebut sekaligus membuka peluang bagi kelima taruna untuk memahami persoalan pertanahan secara lebih luas. Pengetahuan yang diperoleh selama masa pendidikan nantinya dapat menjadi bekal apabila mereka kembali dan berkontribusi di Mahakam Ulu.

Bagi pemerintah daerah, hubungan kerja sama dengan lembaga pendidikan di bidang pertanahan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas kelembagaan. Terlebih, kebutuhan pelayanan pertanahan di Mahakam Ulu terus berkembang seiring pertumbuhan wilayah dan aktivitas masyarakat.

Keterbatasan pelayanan pertanahan juga menjadi salah satu persoalan yang perlu dijawab secara bertahap. Kehadiran Kantor Pertanahan sendiri di Mahakam Ulu diharapkan dapat memperpendek jarak pelayanan dan memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan administrasi pertanahan.

Angela menaruh harapan bahwa kelima taruna dapat menjadi bagian dari upaya tersebut pada masa mendatang. Ia menyampaikan keyakinannya bahwa mereka mampu menyelesaikan pendidikan dan kembali memberikan kontribusi bagi daerah.

"Saya bangga dengan pencapaian kalian. Saya yakin kalian akan lulus dengan baik dan kembali ke Mahakam Ulu," ungkapnya.

Kegiatan penyerahan taruna tersebut diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu dan pengelola Politeknik Agraria STPN. Dari Pemkab Mahulu hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mahakam Ulu Samson Batang beserta jajaran serta Perancang Peraturan Perundang-undangan Ahli Muda pada Bagian Hukum Fransiska W.L.

Hadir pula perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tabalong serta perwakilan Bagian Hukum Kabupaten Halmahera Tengah.

Dari Politeknik Agraria STPN, kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bagian Administrasi, Kepala Bagian Akademik, Ketua Program Studi, Pembantu Ketua Bidang Kemahasiswaan, Kepala Subbagian Kerja Sama, serta Kepala Subbagian Kemahasiswaan.

Lima taruna asal Mahakam Ulu tersebut kini menjadi bagian dari mahasiswa baru Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027. Pendidikan mereka diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian individual, tetapi menjadi bagian dari persiapan sumber daya manusia yang dibutuhkan Mahakam Ulu untuk memperkuat pelayanan publik, khususnya di bidang pertanahan. (ADV)