Berita Update

(Terbaru)
Wakil Bupati Mahulu, Suhuk saat menghadiri acara HUT WKRI ke-102 di Paroki Santo Petrus Ujoh Bilang

Mahulu - Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menekankan pentingnya peran perempuan dalam memperkuat ketahanan keluarga sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat dan daerah. Peran tersebut dinilai semakin penting dalam memastikan anak tumbuh di lingkungan yang aman, penuh kasih, dan mendukung perkembangan mereka.

Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-102 Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) di Aula Gereja Paroki Santo Petrus Ujoh Bilang, Jumat, 31 Juli 2026. Suhuk hadir mewakili Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan sekaligus membacakan sambutan tertulis bupati.

Dalam sambutannya, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan dan kiprah WKRI dalam pelayanan kepada gereja, keluarga, serta masyarakat di Kabupaten Mahakam Ulu.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu, saya mengucapkan selamat ulang tahun kepada seluruh keluarga besar WKRI. Semoga pertemuan ini semakin menguatkan semangat pelayanan dan pengabdian kepada Gereja, keluarga, serta masyarakat," demikian disampaikan dalam sambutan Bupati.

Peringatan HUT WKRI tahun ini mengangkat tema "Melanjutkan Langkah Harapan Merawat Rahim Kehidupan Demi Mewujudkan Perempuan Berdaya dan Anak Terlindungi". Tema tersebut, menurut pemerintah daerah, berkaitan erat dengan peran keluarga sebagai lingkungan pertama bagi pertumbuhan dan pembentukan karakter anak.

Keluarga menjadi tempat anak pertama kali mengenal kasih sayang, kejujuran, kepedulian, sekaligus berbagai nilai kehidupan. Nilai yang ditanamkan dalam keluarga akan turut menentukan bagaimana anak berkembang dan berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.

Dalam konteks itu, peran perempuan, khususnya ibu, dinilai memiliki posisi penting. Ibu tidak hanya menjalankan fungsi pengasuhan, tetapi juga menjadi pendidik pertama bagi anak sebelum mereka memperoleh pendidikan di sekolah dan lingkungan sosial yang lebih luas.

Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menilai keteladanan yang diberikan orang tua dalam kehidupan sehari-hari menjadi salah satu fondasi pembentukan karakter anak. Pendidikan mengenai iman, kepedulian, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap sesama tidak hanya berlangsung melalui nasihat, tetapi juga melalui perilaku yang dilihat anak setiap hari.

Dari keluarga yang mampu menanamkan nilai tersebut, pemerintah berharap lahir generasi yang memiliki kepedulian sosial dan mampu membangun hubungan yang sehat dengan lingkungan sekitarnya.

Karena itu, momentum HUT WKRI ke-102 tidak hanya dimaknai sebagai peringatan organisasi. Pemerintah daerah mendorong anggota WKRI untuk terus mengambil peran dalam memperkuat keluarga sekaligus menghadirkan lingkungan yang mendukung perlindungan anak.

Bupati melalui sambutan yang dibacakan Wakil Bupati mengajak anggota WKRI menjadi perempuan yang mampu menguatkan keluarga dan membawa harapan bagi masyarakat. Peran tersebut dapat dilakukan melalui berbagai bentuk pelayanan dan kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Lingkungan keluarga yang aman dinilai penting agar anak dapat tumbuh tanpa kekerasan, memperoleh pendampingan yang memadai, serta memiliki ruang untuk mengembangkan potensi. Perlindungan anak karena itu tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, organisasi masyarakat, lembaga keagamaan, dan komunitas.

Dalam sambutan tersebut, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu juga menyampaikan penghargaan kepada pengurus dan anggota WKRI yang selama ini menjalankan berbagai kegiatan pelayanan.

Kebersamaan dan kepedulian yang dibangun organisasi tersebut diharapkan terus memberikan manfaat bagi kehidupan umat sekaligus masyarakat secara lebih luas. Organisasi keagamaan, menurut pemerintah daerah, memiliki ruang untuk memperkuat solidaritas sosial karena berhubungan langsung dengan keluarga dan komunitas.

Peringatan HUT WKRI tahun ini juga menjadi ruang untuk menguatkan kembali pesan mengenai pemberdayaan perempuan. Perempuan tidak hanya ditempatkan sebagai bagian dari keluarga, tetapi juga memiliki kapasitas untuk mengambil peran dalam kehidupan sosial dan pembangunan masyarakat.

Pemberdayaan tersebut berjalan beriringan dengan perlindungan anak. Perempuan yang memiliki dukungan dan ruang untuk berkembang diharapkan mampu membangun keluarga yang lebih tangguh sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak.

Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu berharap semangat pelayanan yang selama ini menjadi bagian dari kegiatan WKRI terus dipertahankan. Kegiatan organisasi diharapkan tidak berhenti pada aktivitas internal, tetapi juga memberi dampak bagi masyarakat melalui pelayanan sosial, penguatan keluarga, dan pendampingan terhadap kelompok yang membutuhkan.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan harapan agar seluruh rangkaian pelayanan WKRI mendapat dukungan dan berjalan berkelanjutan. Ia turut mendoakan agar setiap keluarga di Mahakam Ulu memperoleh kesehatan, kedamaian, dan kemampuan menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Peringatan HUT ke-102 WKRI tersebut dihadiri sejumlah unsur pemerintahan, legislatif, keagamaan, organisasi perempuan, serta aparat keamanan. Hadir Ketua DPRD Mahakam Ulu Devung Paran, Wakil Ketua I DPRD Nor Lili Bulan bersama sejumlah anggota DPRD Mahulu, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Mahakam Ulu Longginus.

Turut hadir Pastor Paroki Santo Petrus Ujoh Bilang Agustinus Dale Weruin, para suster Kongregasi MASF, pengurus dan anggota DPC WKRI Paroki Santo Petrus Ujoh Bilang beserta ranting WKRI di wilayah paroki tersebut.

Sejumlah organisasi perempuan dan unsur pendamping keluarga juga hadir, antara lain anggota Dharma Wanita Persatuan, Bhayangkari Cabang Mahakam Ulu, serta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LXII Kodim 0912/Kutai Barat.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa isu ketahanan keluarga dan perlindungan anak tidak berdiri sendiri. Pemerintah, organisasi keagamaan, komunitas perempuan, serta keluarga memiliki peran yang saling berkaitan dalam membangun lingkungan sosial yang mendukung tumbuh kembang anak.

Bagi Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu, penguatan keluarga menjadi bagian dari investasi sosial jangka panjang. Keluarga merupakan ruang pertama tempat nilai ditanamkan sebelum anak berhadapan dengan institusi pendidikan dan kehidupan masyarakat.

Karena itu, pesan HUT ke-102 WKRI di Mahakam Ulu tidak hanya berbicara tentang perjalanan sebuah organisasi perempuan Katolik. Peringatan tersebut juga menjadi momentum untuk menempatkan perempuan, keluarga, dan perlindungan anak sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia daerah. (ADV)